Kanker Usus Besar Atau Colon

Kanker usus besar atau colon merupakan kanker yang berhubungan degan rectum atau kolon. Kanker jenis ini diduga akan mengalami peningkatan pada tahun-tahun selanjutnya. Biasanya masalah kanker usus besar atau colon ini berhubungan dengan pola hidup manusia yang tidak sehat, terutama adalah pola makan. Makanan yang dikonsumsi dewasa ini  adalah makanan yang berbentuk junk food. Keterlambatan dalam mengatasi dan menangani masalah penyakit kanker colon ini akan menyebabkan tumor yang terhambat. Jika resiko dari terjadinya masalah ini bisa segera diatasi maka perkembangan dari penyakitnya akan lebih mudah untuk ditangulangi dan penyebarannya juga akan menjadi lebih lambat.

x3a6xg

Penyebab dari penyakit kanker usus besar atau colon hingga saat ini belum diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa pemicu atau faktor resiko yang menjadi penyebabnya. Salah satu penyebabnya adalah faktor makanan yang dikonsumsi yang mengandung lemak hewan yang tinggi, serat yang tidak dikonsumsi atau rendah serat dan juga bakteri yang berinteraksi dalam kolon dengan makanan dan asam empedu.

Faktor resiko dari penyakit kanker usus besar atau colon tersebut kemudian lama kelamaan akan memproduksi bahan karsinogenik yang kemudian akan memicu terjadinya penyakit kanker colon.  Dan selain itu juga terdapat beberapa dari pemicu terjadinya kanker colon misalnya adalah usia yang berada diatas 40 tahun, dan pernah mengalami masalah pencernaan, salah satu anggota keluarganya ada yang menderita penyakit kanker colon, mengalami poliposis.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit kanker usus besar atau colon biasanya bergantung dari lokasi atau lingkungan, perilaku biologic, dan juga stadium dari penyakit tumor. Dan pada umumnya, pertumbuhan tumor yang ada pada sisi kanan dan juga kiri yang terdapat pada kolon akan menunjukkan suatu gejala yang agak berbeda. Penyakit kanker colon ini bisa dicegah dengan cara merubah pola hidup dan gaya hidup Anda. Perubahan dalam mengonsumsi makanan dan porsi makanan yang harus diubah, cobalah untukk menaruh menu makanan yang mengandung serat dalam menu makanan sehari-hari Anda, dan melakukan olahraga teratur serta mengonsumsi air putih sebanyak 2 liter dalam sehari.

Posted in Kanker Colon | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Kolon

Penyakit kanker kolon atau karsinoma kolrektal berkaitan dengan kolon dan rektum. Kanker jenis ini diduga kan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang, ini berhubungan dengan pola makan modern yang tidak sehat, seperti makanan siap saji yang berlemak tinggi. Sebagian besar (sekitar 90%) dari karsinoma kolekteral merupakan adrenokarsinoma (neoplasma ganas dari kelenjar). Jika terlambat ditangangi akan membuat usus tersumbat tumir. Padahal kanker jolon berpotensi untuk diobati dan dihambat perkembangannya jika ditanggulangi lebih dini karena cenderung menyebar secara lamban dan terlokalisir untuk waktu yang lama.

Penyebab penyakit kanker kolon belum diketahui secara pasti, tetapi ada korelasi dengan faktor makanan yang mengandung lemak hewan tinggi, kadar serat yang rendah, serta adanya interaksi antara bakteri di dalam kolon dengan asam empedu dan makanan. Faktor-faktor tersebut akan memproduksi bahan karsinogenik yang miemicu kanker kolon. Selain itu, ada beberapa faktor resiko tinggi terkena kanker kolon.

Berikut beberapa faktor resiko tersebut:

  • Umur lebih dari 40 tahun dan memiliki riwayat gangguan pencernaan.
  • Ada salah satu keluarga yang menderita karsinoma kolon.
  • Kolitis ulseratif.
  • Menderita poliposisi atau ada keluarga yang menderita poliposisi (multiple polip dalam kolon).

Gejala atau simtom dari penyakit kanker colon tergantung pada lokasi, perilaku biologik, dan stadium tumor. Pada umumnya, pertumbuhan tumor pada sisi kanan dan kiri kolon menunjukkan gejala agak berbeda. Tumor pada sebelah kiri kolon menunjukkan gejala terblokirnya usus pada taraf permulaan, yaitu pendarahan pada rektum, rasa kenyang atau kram lambung, sembelit (susah buang air besar), dan diare silih berganti, feses bercampur lendir dan parah adanya tekanan pada rektum, dan sakit di perut kiri bagian bawah.

Pada stadium lanjut, penyakit kanker kolon membuat nafsu makan berkurang, berat badan semakin menurun, darah dalam feses berkurang, warna feses menjadi hitam bercampur darah, dan adanya mukus. Tumor pada sebelah kanan menunjukkan gejala seperti feses berwarna hitam, anemia, dan kram lambung. Pada perkembangannya menunjukkan gejala lelah, sesak napas waktu bekerja, vertigo, tidak nafsu makan, berat badan turun, muntah, kadang mengalami diare atau sembelit.

Posted in Kanker Colon | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Kanker Kolon

Kondisi usus yang kotor adalah satu penyebab kanker kolon. Tumpukan sisa makanan yang menempel di dinding usus dapat membuat keracunan di usus besar (intensital toxemia). Bila terjadi sumbatan di saluran pembuangan, kotoran akan membusuk dan mengahilkan gas beracun. Gas mudah terserap melalui pori-pori halus pada dinding usus, mengalir dalam darah, masuk ke sel tubuh dan menyebabkan penyakit.

Resiko besar terutama pada peminum alkohol, karena usus mengubah alkohol menjadi asetilaldehida yang meningkatkan resiko kanker kolon. Membersihkan detoks/ usus besar dengan cuci usus dapat dilakukan dengan metode hydrotherapy atau memasukkan air melewati dubur. Tapi jangan terlalu sering, karena bisa merusak lapisan mukosa usus dan menyebabkan usus teritasi. Kanker usus besar bisa dicegah. Mengonsumsi banyak lemak akan memicu terbentuknya asam empedu lebih banyak untuk meng-counter lemak tersebut. Asam empedu ini bisa mengiritasi usus.

Buah dan sayur mengandung probiotik yang membantu pemulihan proses metabolisme dan menstabilkan hormon. Buah dan dayur juga memberi nutrisi yang berperan dalam mem[erbaiki daya tahan tubuh . Kandungan lain yang berupa serat, akan mengikat sisan makanan dan membuat feses lebih berat sehingga gampang dibuang. Serat yang tidak larut air berbentuk selulosa, hemiselulosa yang berasal dari dinding tanaman, dan lignin yang adalah salah satu senyawa tanaman.

Selulosa dan hemiselulosa berperan dalam proses antikonstipasi. dan dilambung ingin diubah oleh mikroba usus menjadi enterolatone dan enterodiol, yakni senyawa antikanker, antibakteri, antijamur, dan antivirus. Penelitian menunjukkan, konsumsi buah dan saur sehari 4 kali dapat menurunkan resiko kanker payudara.spirulina

Sayur dan buah yang dapat digunakan untuk detoksifikasi antaranya gandum, jagung, wortel, yang mengandung betakoraten, seledri, selada air, bayam, parsley, kedelai, strawberry, pepaya, oatmeal, spirulina dan jeruk.

Posted in Kanker Colon | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Kanker Colon

Mengonsumsi makanan yang enak, manis, lezat, secara berlebihan bisa menjadi “harimau” didalam tubuh. Hal yang membahayakan kesehatan itu, umumnya tidak kita sadari. Antara lain karena tidak menimbulkan gejala, dan tahu-tahu setelah sekian tahun berlalu sel kanker telah merebak. Seperti diketahui, sel kanker membelah diri 2-6 minggu. Dapat dibayangkan, betapa banyak jumlah sel kanker setelah sekian tahun. Dalam kanker yang sebesar buah anggur, ada sekitar satu milyar sel kanker.

Akibat pola makan yang kurang baik, organ-organ utbuh di saluran pencernaan menjadi sasaran utama penyakit kanker. Kanker bisa muncul disepanjang saluran cerna, muali dari mulut, tenggorokan, lambung, usus halus, pankreas, hati, sampai usus besar.

Kanker saluran cerna merupakan kaner yang dipengaruhi lingkungan dan gaya hidup. Dengan kata lain, kanker ini sebenarnya dapat dicegah. Masalahnya banyak diantara kita yang menjaga kesehatan saluran cerna agar bisa menjadi benteng yang kuat, dan dapat menahan serangan berbagai zat asing yang masuk melalui makanan.

Usus kita adalah tempat berkolonu yang nyaman bagi bakteri. Dalam keadaan normal, bakteri yang tidak menyerang dan tidak membuat racun (bakteri baik atau probiotik) menjaga keseimbangan populasinya dengan populasi bkateri jahat, yang dapat menganggu kesehatan. Makanan tinggi puloa, berbahan awet dan berlemak yang kita konsumsi dapat mengurangi populasi probiotik. Akibatnya, populasi bakteri jahat meningkat. Timbul gejala seperti diare dan sembelit.

Jika keadaan ini diberikan berkepanjangan, saluran pencernaan akan melemah, sembelit membuat racun di usus tertahan di usus besar dan menempel disana. Lama kelamaan, hal itu bisa merusak sel-sel usus dan memicu pertumbuhan sel kanker.

 

 

Posted in Kanker Colon, Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Tanda Tanda Kanker Colon

Kanker usus besar adalah kanker yang hanya menyerang daerah usus besar sampai dengan dubur. Perkembangan kanker ini sangat lambat, sehingga sering diabaikan oleh penderita. Pada stadium dini, sering kali tidak ada keluhan dan tidak ada rasa sakit yang berat.

Umumnya, penderita datang ke dokter setelah timbul rasa sakit yang berlebihan sudah pada stadium lanjut, sehingga sulit diobati. Presentase terbesar serangan kanker ini adalah daerah rektum yaitu sekitar 56,8 %, dubur sekitar 3,7 %, usus besar sekitar 35,3 % dan sekum sekitar 4,2 %.


Skema kanker kolon mulai dari stadium I-III

Gejala yang timbul pada tiap stadium berbeda-beda. Tanda-tanda tersebut sebagai berikut :

1. Gejala saat stadium dini di antaranya feses yang bercampur darah dan lendir (bloody stool), serta kebiasaan buang air besar yang berubah-ubah, kadang-kadang feses sangat encer dan kadang-kadang sulit buang air besar.

2. Gejala saat stadium lanjut sebagai berikut :

- Perut terasa nyeri, kembung dan tegang

- Kadang-kadang jika diraba terasa adanya tonjolan pada perut.

- Nafsu makan menurun

- Keluar darah dari dubur

- Tanda-tanda adanya penyempitan dan penyumbatan dari usus besar-dubur seperti susah buang air besar.

Posted in Kanker Colon | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan Kanker Colon

Kanker ini berkaitan dengan kolon (usus besar) dan rektum (dubur/anus). Kanker usus besar berhubungan dengan pola makan modern yang tidak sehat. Kanker usus besar cenderung menyebar secara lamban sehingga jika ditanggulangi secara dini dapat mencegah akibat yang lebih buruk.

Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tetapi ada korelasi dengan makanan yang mengandung kadar lemak hewan tinggi, kadar serat yang rendah, serta daya interaksi antara bakteri di dalam kolon dengan asam empedu dan makanan.

Kanker kolon atau yang lebih dikenal sebagai kanker usus yang telah memasuki stadium lanjut dapat diobati dengan berbagai jenis pengobatan medis yang umumnya dilakukan untuk semua jenis kanker. Umumnya kemoterapi dan terapi dilakukan pada penderita kanker stadium 2.

1. Kemoterapi

Tubuh manusia terdiri dari jutaan sel. Sel dalam tubuh kemudian membelah diri dan berkembang sesuai yang dibutuhkan tubuh. Apabila sel terus tumbuh dan berkembang lebih dari yang dibutuhkan maka akan terbentuk sel tidak normal dan meningkatkan pertumbuhan massa yang disebut tumor.

Obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi berfungsi sebagai penghenti sel yang berkembang dengan cepat. Selama masa kemoterapi akan berefek pada sel rambut yang akan mengakibatkan kerontokan rambut. Namun kerontokan akan hilang ketika kemoterapi selesai. Dokter menyarankan untuk melakukan kemoterapi pada penderita kanker usus stadium 2 guna mencegah dan memperkecil risiko dari perkembangan kanker berlanjut.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi dilakukan dengan memanfaatkan energi sinar tertentu untuk memperkecil ukuran tumor atau menghilangkan sel kanker. Terapi radiasi bekerja dengan cara merusak DNA sel kanker, namun terapi radiasi ini akan merusak sel kanker yang sehat. Hal ini terjadi karena sel kanker yang sehat memiliki tingkat sensitifitas yang cukup tinggi terhadap terapi radiasi atau penyinaran dan sel kanker yang rusak akan mengalami kematian saat dilakukan terapi. Terapi radiasi atau penyinaran memiliki 2 jenis, yakni radiasi eksternal dan radiasi internal disebut juga dengan brakhiterapi. Namun, kanker usus umumnya menggunakan terapi radiasi eksternal dibanding dengan terapi radiasi internal.

Posted in Kanker Colon | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Kanker Kolon

Penyebab kanker itu tidak hanya terjadi dalam sehari dua hari saja, melainkan terakumulasi dalam tubuh selama bertahun-tahun. Penyebab kanker kolorektal hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker kolorektal, sebagai berikut :

1. Usia

Statistik menunjukkan bahwa 90 % dari penderita kanker usus besar adalah golongan orang tua (berusia diatas 50 tahun).

2. Riwayat polip usus

Orang-orang yang sering mengalami polip usus lebih besar memiliki risiko untuk terkena kanker kolorektal.

3. Riwayat penyakit usus

Orang-orang yang menderita penyakit inflamasi usus, seperti ulcerative colitis atau penyakit Crohn (kanker usus) berisiko lebih besar terkena kanker kolorektal.

4. Riwayat keluarga terkena kanker kolorektal

Jika anda memiliki keluarga dekat (orang tua, saudara atau aak-anak) yang telah menderita kanker, maka risiko anda terkena kanker akan meningkat.

Posted in Kanker Colon | Tagged , , , , , | Leave a comment